Model-Model Gereja

1. Gereja Institusional Hierarkis Piramidal
 Model Gereja Institusional hierarkis piramidal sangat menonjol dalam hal-hal berikut.
  1. Organisasi  yang berstruktur  piramidal tertata rapi.
  2. Kepemimpinan terthabis hampir identik dengan Gereja itu sendiri.
  3. Hukum dan peraturan digunankan untuk menata dan menjaga kelangsungan suatu institusi, khususnya yang berskala besar pasti membutuhkan hukum dan peraturan yang jelas.
  4. Sikap yang agak triumfalistik dan tertutup. Gereja merasa sebagai satu-satunya penjamin kebenaran dan keselamatan dengan semboyan,"Extra Eclesiamnulla salus" (di luar Gereja tak ada keselamatan).
2. Gereja sebagai Persekutuan Umat
Model Gereja seperti ini menonjol dalam hal.
  1. Hidup persaudaraan kakrena iman dan harapan yang sama. Persaudaraan ini adalah persaudaraan kasih. 
  2. Keikutsertaan semua umat dalam hidup menggereja ( semuanya mengambil bagian ).
  3. Hukum dan peraturan memang perlu, tetapi dibutuhkan pula peranaan hati nurani dan tanggung jawab setiap pribadi.
  4. Sikap miskin , sederhana, dan terbuka. Mau berdialog dengan berbagai pihak mana saja, sebab Gereja yakin di luar Gereja tetap ada kselamatan dan kebenaran. 
Saat ini Gereja bersikap seperti nomor 2. hal ini sesuai dengan isi dari Konsili Vatikan II. 

Komentar

  1. Mengapa ada model model gereja?
    Tolong di bantu kak

    BalasHapus
  2. Kalo sesudah konsili Vatikan dua yang mana ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang kedua, karena ibaratnya sesudah Konsili Vatiakan Kedua setiap Gereja Katolik membuka jendelanya sehingga keselamatan tidak hanya ada dalam Gereja Katolik saja, tetapi di berbagai tempat dan agama pun ada. Segitu sih pemahaman saya. Silahkan ditambahkan jika ada yang salah dan kurang

      Hapus

  3. Menurut pandangan kita apa yang dimaksud dengan model Gereja, help me:)

    BalasHapus

Posting Komentar